Studi Kasus PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA
Analisis lingkungan eksternal akan menghasilkan peluang dan ancaman
perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan terdiri dari tiga perangkat
faktor, yaitu lingkungan jauh, lingkungan industri dan lingkungan
operasional. Lingkungan jauh terdiri dari dari faktor-faktor yang
bersumber dari luar, dan biasanya tidak berkaitan dengan situasi operasi
perusahaan tertentu, yaitu faktor ekonomi, sosial-budaya, teknologi,
demografi, politik-hukum, dan ekologi. Lingkungan industri terdiri dari
persaingan diantara anggota industri, hambatan masuk, produk substitusi,
daya tawar pembeli dan daya tawar pemasok. Lingkungan operasional
meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi situasi persaingan perusahaan,
yaitu posisi bersaing, profil pelanggan, pemasok, kreditor, dan pasar
tenaga kerja.
Ketiga faktor tesebut memunculkan peluang dan ancaman dalam memasarkan
produk secara menguntungkan. Misalnya, Coca-Cola pada tahun 1993
melakukan analisis lingkungan jauh, mendapatkan hasil sebagai berikut :
- Semakin meningkatnya pendapatan disposabel, penjualan Coca- Cola akan meningkat,
- Inflasi mempengaruhi keberhasilan Coca-Cola
- Konsumsi minuman ringan berbanding terbalik dengan usia seseorang,
artinya semakin tua, semakin berkurang minum minuman ringan, sebaliknya
kelompok muda yang paling banyak minum minuman ringan.
- Teknologi membuat dunia semakin sempit, sehingga muncul nya pasar “kaum muda” baru yang lebih mudah dijangkau.
Dari lingkungan industri Coca-Cola menghasilkan :
- Coca-Cola mendapat persaingan yang kuat dari Pepsi
- Bahan baku utama Coca-Cola adalah sirup jagung berkadar fruktosa
tinggi, sejenis gula, untuk di Amerika Serikat dapat dipasok oleh
sebagian besar sumber domistik. Untuk diluar Amerika Serikat dapat
diganti sukrosa. Bahan lain adalah aspartam, bahan pemanis yang
digunakan dalam produk minuman ringan rendah kalori diperoleh dari The
Nutra Sweet Company.
- Pembeli minuman ringan adalah perorangan dan para pembotol yang memperoleh hak waralaba.
- Ada banyak minuman substutusi dari minuman ringan yang populer ,
antara lain minuman sitrus (citrus beverage), sari buah (fruit juice)
2.1.2 Analisis Lingkungan Internal
Analisis lingkuangan internal akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan
perusahaan. Analisis Internal Perusahaan dikenal juga dengan nama
Analisis Profil Perusahaan. Analisis ini menggambarkan kekuatan
perusahaan, baik kuantitas maupun kualitas pemasaran, sumberdaya
manusia, sumberdaya fisik, operasi, keungan, manajemen dan organisasi.
Kekuatan dan kelemahan Pemasaran dapat dilihat dari reputasi perusahaan,
pangsa pasar, kualitas produk, kualitas pelayanan, efektifitas
penetapan harga, efektifitas distribusi, efektifitas promosi, kekuatan
penjualan, efektifitas inovasi dan cakupan geografis.
Kekuatan dan kelamahan sumberdaya manusia dapat ditunjukkan dari
manajemen sumberdaya manusia, ketrampilan dan moral karyawan, keemampuan
dan perhatian manajemen puncak, produktivitas karyawan, kualitas
kehidupan karyawan, fleksibilitas karyawan, ketaatan hokum karyawan,
efektivitas imbalan dalam memotivasi karyawan, dan pengalaman karyawan.
Keuangan terdiri dari ketersediaan modal, arus kas, stabilitas keuangan,
hubungan dengan pemilik dan investor, kemampuan berhubungan dengan
bank, besarnya modal yang ditanam, keuntungan yang diperoleh (nilai
saham), efektivitas dan efisiensi system akuntansi untuk perencanaan
biaya-anggaran dan keuntungan dan sumber tingkat perusahaan.
Operasi meliputi fasilitas perusahaan, skala ekonomi, kapasitas
produksi, kemampuan berproduksi tepat waktu, keahlian dalam berproduksi,
biaya bahan baku dan ketersediaan pemasok, lokasi, layout, optimalisasi
fasilitas, persediaan, penelitian dan pengembangan, hak paten, merk
dagang, proteksi hukum, pengendalian operasi dan efisiensi serta
biaya-manfaat peralatan.
Kekuatan dan kelemahan organisasi dan manajemen dapat diperoleh dari
struktur organisasi, citra dan prestasi perusahaan, catatan perusahaan
dalam mencapai sasaran, komunikasi dalam organisasi, system pengendalian
organisasi keseluruhan, budaya dan iklim organisasi, penggunaan system
yang efektif dalam pengambilan keputusan, system perencanaan strategic,
sinergi dalam organisasi, system informasi yang baik dan manajemen
kualitas yang baik.
Kekuatan
• Pengakuan equitas merek
• Produk distribusi dan jaringan di seluruh dunia
• Solid kinerja keuangan
• Merek diakui
• Produk diversifikasi (air, juices, soft drinks, minuman olahraga, dll)
• Kredit rating
• Banyak pelanggan setia Coca Cola.
Kesempatan
• Kredit rating
• Banyak pelanggan setia Coca Cola.
peluang
• Akuisisi pemain yang lebih kecil
• Kesehatan pertumbuhan kesadaran, khususnya generasi sekarang
Ancaman
• Komoditi pertumbuhan harga
• Lebih cepat pemain baru masuk
• Kunci kompetitor (Pepsi, dll)
Kekuatan atau kompetensi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia adalah Riset
and Development yang intensif, Brand Image, loyalitas konsumen, keadaan
distribusi dan pangsa pasar, dan SDM yang besar dan terlatih.
1. Brand image yang sudah dikenal luas Coca-cola memiliki brand image
yang kuat di pasaran Indonesia. Status coca-cola sebagai produsen
minuman bersoda besar di Indonesia menjadi jaminan mutu bagi kesetiaan
dan loyalitas konsumen.
2.Riset and Development yang intensif Inovasi adalah salah satu kunci
keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar, dikenal
luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola
terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran,
serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta
mempunyai ciri khas tersendiri.Dengan memahami kebutuhan dan perilaku
konsumen, serta potensi kekayaan alam Indonesia, Coca-Cola berinovasi
dengan menciptakan produk-produk baru yang menjadikan
produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang
beragam. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada
tahun 2002 Coca-Cola meluncurkan AQUARIUS, minuman isotonik yang
diperuntukkan bagi mereka yang aktif dan gemar berolahraga. Pada tahun
yang sama, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan
botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta
menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut
“Fanta Oranggo”, setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta
Nanas. Pada tahun ini pula, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Sunfill –
produk minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah. Dengan inovasi,
Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi
kebutuhan pasar di Indonesia.
Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba
mengembangkan desain kemasan minuman, serta meningkatkan kualitasnya.
Setelah meluncurkan Frestea dalam kemasan botol, pada akhir tahun 2002,
Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea dalam kemasan Tetra Wedge yang
lebih mudah dan praktis untuk dibawa. Pada akhir 2003, Coca-Cola,
Sprite, dan Fanta hadir dalam kemasan kaleng ramping baru yang unik.
Pada tahun 2004 ini, Coca-Cola hadir dengan inovasi terbaru yaitu botol
gelas berbobot lebih ringan 30 % dengan desain mungil, imut, tapi kuat.
Inovasi kemasan produk akan terus dikembangkan sesuai dengan
perkembangan teknologi terbaru.
Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik
dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event yang
sedang berlangsung, baik melalui konser musik, pameran, promo penukaran
tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan TV. Pada tahun 2004 ini, iklan
Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling efektif dalam
bulan Pebruari dan Maret versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola
juga memanfaatkan momentum tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004.
Dengan memanfaatkan event berskala nasional maupun internasional,
Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang menarik
masyarakat.
Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran;
perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik.
Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia menciptakan jenis krat
baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan.
Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara
Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company, pengembangan varian
minuman cepat saji
3. Ramuan rahasia yang tidak dimiliki produk lain Sari rasa untuk
coca-cola dibuat di pabrik-pabrik the coca-cola company dan sampai
sekarang tetap merupakan rahasia dagang terbesar didunia
4.Sumberdaya manusia yang besar dan terlatih Pengembangan sumber daya
manusia merupakan salah satu focus utama manajemen dalam menyiapkan
tenaga kerja yang handal, dinamis dan penuh dedikasi. Sasaran PT. Coca –
cola tak lain ialah memberi layanan yang prima dan memuaskan kepada
lebih dari 200 juta konsumen melalui sekitar 400,000 pelanggan yang
tersebar di seluruh Indonesia. PT. Coca – cola menyadari bahwa untuk
meraih semua peluang yang ada, memberikan layanan yang terbaik kepada
para pelanggan, dan untuk dapat mengahadapi tantangan lingkungan bisnis
yang kompetitif, tim-tim PT. Coca – cola perlu dibekali dengan
pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta sikap yang tepat.
Selama sejarah keberadaan Coca-Cola di Indonesia yang cukup lama, PT.
Coca – cola tetap menyelenggarakan berbagai pelatihan serta
mengembangkan SDM untuk menjamin bahwa kemampuan bisnis perusahaan
senantiasa memenuhi tuntutan pasar, dan para karyawan mampu menghasilkan
apa yang diharapkan dari mereka. Sementara itu, PT. Coca – cola juga
secara berkesinambungan merekrut tenaga-tenaga muda berpotensi untuk
menduduki posisi-posisi penting di masa mendatang.
PT. Coca – cola memiliki satu tim khusus yang bertugas meningkatkan
keterampilan-keterampilan fungsi teknis, bidang manajemen dan
kepemimpinan karyawan. Tim tersebut didukung dan disertifikasi oleh
sejumlah lembaga pelatihan dan pengembangan SDM internasional.
Diantaranya terdapat The Coca-Cola Company, Coca-Cola Amatil dan
beberapa lembaga internasional lainnya. PT. Coca – cola menghadirkan
kelompok fasilitator baik dari dalam organisasi sendiri, maupun dari
lingkungan luar yang memiliki kepiawaian bisnis yang tajam, pengalaman
kerja langsung dalam bidang-bidang terkait, serta yang jauh lebih
penting, “menjiwai pendidikan”.
5.Pelayanan terhadap pelanggan dan consumen Coca-cola bottling Indonesia
menyediakan layanan National contact centre (NCC), yaitu pusat layanan
bagi pelanggan dan konsumen diseluruh Indonesia. NCC berfungsi sebagai
media bagi pelanggan atau konsumen untuk mendapatkan layanan dan
informasi yang terkait denan perusahaan dan produk Coca-cola.
Layanan NCC meliputi
1. layanan pelanggan yang mencakup permohonan menjadi pelanggan, alat
pendingin, pemesanan produk, serta hal lain yang terkait dengan
distribusi dan penjualan
2. Layanan Konsumen yang meliputi informasi produk, kualitas produk dan kemasan, kegiatan promosi produk.
3. Pertanyaan umum yang mencakup penelitian, praktek kerja dan lowongan.
6.Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran Coca-cola memiliki cirri khas tersendiri yang unik
dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai even yang sedang
berlangsung. Baik melalui konser musik, pameran, promo penukaran tutup
botol. Hadiah kejutan maupun iklan tv
7.Sistem informasi yang memadai pengembangan pendekatan manajemen system
informasi yang terarah pada organisasi merupakan bentuk pengaruh
evolusi tekhnologi terhadap dunia usaha dewasa ini
Komintmen Pada Lingkungan (PT Coca-Cola Bottling Indonesia)
Bisnis kami tak lain adalah menghadirkan saat-saat menyegarkan yang unik
dan memuaskan konsumen. Kami sangat terpacu untuk melahirkan semangat
serupa terhadap usaha-usaha kami yang berkaitan dengan pelestarian
lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja. Ini berarti, upaya
berkesinambungan untuk menggali cara-cara baru dan lebih baik untuk
meningkatakan kinerja kami di bidang pelestarian lingkungan, kesehatan
dan keselamatan kerja.
Sebelum membuang limbah ke sungai, kami mengolah limbah sehingga tidak merusak biota sungai.
Kami menyadari bahwa masalah yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan
dan keselamatan kerja senantiasa mengalami perubahan sejalan dengan
pengertian kami terhadap masalah-masalah tersebut yang juga berkembang
dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, kami mengembangkan suatu sistem
komprehensif yang mengacu pada standar internasional, termasuk di
dalamnya ISO 14001, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan
praktek-praktek terbaik di bidang perlindungan lingkungan, kesehatan dan
keselamatan kerja - mulai dari pengelolaan dan pemanfaatan kembali
limbah produksi hingga berbagai program kesehatan dan keselamatan kerja.
Selain senantiasa berupaya meraih kepuasan dengan melakukan hal-hal yang
terbaik, tanggung-jawab kami juga tertuju pada masyarakat Indonesia
yang kehidupannya kami sentuh setiap hari. Tanggung jawab tersebut
meliputi komitmen dalam menjalankan usaha dengan cara-cara yang menjaga
kelestarian lingkungan dan menunjang kesehatan dan keselamatan kerja
karyawan-karyawan kami di tempat kerja.
ASPEK PERUSAHAAN
Pengembangan pendekatan manajemen Sistem Informasi (Information System /
IS) yang terarah pada organisasi coca-cola bottling merupakan bentuk
pengaruh evolusi teknologi terhadap dunia usaha dewasa ini. Peran
penting sistem informasi terhadap kinerja bisnis kami, pengembangan
sumber daya manusia dan nilai tambah lainnya, terutama bagi pemegang
saham, membutuhkan tim yang berdedikasi tinggi dan profesional dalam
bidang manajemen sistem informasi.
Tantangan akan muncul sesuai dengan kebutuhan. Setiap tantangan harus
ditangani sesuai prioritas guna menjamin kepuasan terhadap jasa layanan
pelanggan dalam skala bisnis yang luas. Perusahan ini menggunakan sistem
terintegrasi yang menghubungkan seluruh aspek bisnis. Terlepas dari
fokus dari aktifitas baik berupa supply chain, financial, atau yang
berhubungan langsung dengan kegiatan penjualan, manfaat dari sistem
informasi akan dirasakan oleh seluruh komunitas bisnis Coca-Cola
Bottling.
Salah satu manfaat terpenting dari investasi CCBI pada teknologi sistem
informasi selama lima tahun terakhir adalah dengan meningkatnya
kemampuan karyawan di seluruh level organisasi Coca-Cola Bottling.
Masa depan akan menjelang. Teknologi akan terus berkembang dan
menciptakan peluang baru untuk peningkatan produktifitas sumber daya
manusia.
Kemampuan karyawan untuk menggunakan informasi akan terus meningkat,
kualitas infrastruktur publik akan meningkat, dan pelanggan akan
membangkitkan kebutuhan akan layanan baru seiring kemajuan teknologi.
Seluruh hal tersebut membutuhkan dukungan dari tim yang profesional
dalam organisasi kami.
Departmen IS akan melanjutkan kemitraannya dengan pimpinan dari setiap lini bisnis internal,
serta ikut membantu proses evolusi guna meningkatkan kualitas investasi
sistem informasi di perusahaan, dan pada akhirnya untuk meningkatkan
layanan terhadap pelanggan.
Adalah filosofi dan komitmen perusahaan untuk menjadi bagian integral di
setiap kelompok masyarakat di mana perusahaan melaksanakan kegiatan
usaha. Perusahaan aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat baik
melalui aktifitas bisnis kami sehari-hari, maupun melalui berbagai
kegiatan hubungan masyarakat yang bermanfaat dan memberikan dampak
langsung bagi kehidupan masyarakat.
FUNGSI MAKRO DAN MIKRO
Jika ingin membuat perusahaan, pasti kita akan memikirkan jenis usaha dan apa saja yang harus disiapkan. Kemudian jenis usaha termasuk dalam 2 jenis yaitu usaha mikro dan usaha makro.
- Mikro : Sektor ini memiliki
aset sampai dengan Rp. 50 juta dan memiliki pemasukan tahunan sampai
dengan Rp.300 juta.
- Kecil : Sektor usaha ini
memiliki aset dengan kisaran Rp. 50 juta- Rp.500 juta, sedangkan pemasukan
tahunan berkisar antara Rp. 300 juta sampai dengan Rp. 2,5 miliar.
- Menengah :Sektor usaha menengah
ini memiliki aset dari kisaran Rp.500 juta sampai dengan Rp. 10 miliar dan
pendapatan tahunan penjualan mereka berkisar antara Rp. 2,5 miliar-Rp. 50
miliar.
- Besar :Aset sektor usaha ini
diatas Rp. 10 miliar dan pendapatan mereka berada di atas angka Rp. 50
miliar.
Selain
faktor aset, jumlah karyawan juga dapat menentukan klasifikasi sebuah
perusahaan. Sektor usaha mikro, kecil dan menengah memiliki jumlah pegawai yang
beragam, berikut ini adalah ulasan singkatnya:
- Mikro : 1-9 karyawan
- Kecil : 10-99 karyawan
- Menengah :100-199
karyawan
- Besar : lebih dari 200
karyawan.